Breaking News
Loading...

SELAMAT DATANG

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Segala puji hanya bagi Alloh pencipta alam , kehidupan , dan kita semua manusia satu –satunya mahluk ciptaanNya yang paling sempurna. Sholawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Rosululloh Muhammad SAW.Yang mana dengan perantaraan beliau inilah kita mengenal Islam yang agung , agama yang diwahyuka Alloh untuk kesejahteraan kita semua. QFI(Quantum feeling Institute) adalah sebuah lembaga penyedia training/pelatihan,konseling dan terapis bagi perusahaan,BUMN, dan juga instansi , Sekolah Negeri maupun swasta . Lembaga ini kami dirikan untuk membekali peserta agar bisa menjalani kehidupannya dalam kondisi yang selalu di zona spiritual yang kami istilahkan di Zona Alloh ( ZA ). Dengan Training ini insyaAllah dapat membantu peserta untuk selalu optimis menggapai cita - cita hidupnya, istiqomah berdoa dan pantang putus asa meraih cita-cita. Menjadikan peserta punya rasa tanggung jawab terhadap apapun yang dikerjakannya. Bagi pemimpin (leader) akan bisa jadi pemimpin yang dicintai dan disegani bawahannya. Bagi karyawan akan mempunyai kepribadian yang paripurna sesua dengan kapasitasnya dan kapabilitasnya. Kami juga memberikan coaching spiritual,managerial,dan managemen yang berbasic spiritual. Wassalaamu alaikum worohmatulloohi wabarokatuh.. Salam kenal dan semoga menjadi mitra kami dalam berkontribusi pada sesama agar menjadi manusia yang bermanfaat.

HIDUP KAYA SUKSES SEHAT DAN BAHAGIA

08.59

http://www.training-qfi.com
 

HIDUP KAYA SUKSES SEHAT DAN  BAHAGIA|LEMBAGA PELATIHAN

Semua orang ingin hidup kaya,sukses, sehat, dan bahagia. Namun apakah rahasia untuk bisa mencapai kondisi yang sangat didamba ini? ,Padahal fakta yang riel di masyarakat sekarang adalah yang terbanyak adalah di bawah garis kemiskinan dan penderitaan.Sementara secara finansial orang –orang kaya kurang dari 10 % dari penduduk negeri ini.

Apa sebenarnya ukuran kaya ,sukses , sehat, bahagia? ,Apa syarat yang harus dipenuhi agar seseorang bisa disebut, dianggap, digolongkan sebagai, atau merasa sebagai orang kaya,sukses,sehat,bahagia?
Ukuran yang paling lazim digunakan adalah uang dan materi. Orang biasanya dikatakan kaya bila punya:
- uang dalam jumlah tertentu (sudah tentu jumlah yang besar)
- rumah besar dan mewah
- mobil mahal
- perusahaan atau usaha yang berkembang pesat
- banyak lahan atau properti
- dll

Begitu juga tentang sehat,bahagia masih cenderung memakai ukuran – ukuran materi / Jasmaniyah belaka

Apakah hanya ini syaratnya? Tentu tidak. Syarat kaya bergantung pada pola pikir dan budaya masyarakat setempat. Ada masyarakat yang menggunakan jumlah ternak sebagai ukuran kaya. Semakin banyak ternaknya berarti semakin kaya. Ada yang menggunakan jumlah pohon jati sebagai tolok ukur. Ada lagi yang menggunakan jumlah pohon kelapa sawit. Jadi, syarat kaya ini sangat beragam.
Namun apakah sebenarnya ukuran kaya? Apakah semua syarat di atas sudah benar dan boleh kita gunakan? Kalau untuk pertanyaan ini jawabannya sangat relatif. Semua berpulang pada pribadi masing-masing.
Kaya sebenarnya adalah suatu kondisi mental jadi tergantung Paradigma yang dianut oleh seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar. bukan kondisi fisik, yang sangat subjektif.Karena kalau fisik dan materi yang menjadi tolok ukur , maka faktanya etiap orang punya ukuran yang berbeda. Bagi pedagang sayur di pasar mendapat untung Rp. 100 ribu  per hari sudah sangat luar biasa. Sedangkan bagi konglomerat walau sudah mendapat untung Rp. 1 juta per hari adalah malapetaka.

Jadi, apa sih sebenarnya ukuran kaya itu?
Kaya lebih ditentukan oleh perasaan cukup, titik. Saat seseorang merasa cukup terhadap jumlah sesuatu yang ia miliki maka ia adalah orang kaya. Sudah tentu ukuran cukup setiap orang berbeda karena ditentukan oleh belief dan value masing-masing.Hanya saja seseorang harus punya tolok ukur yang mutlak dalam belief maupun valuenya.Dan ini hanya ada dalam ajaran Agama ( baca Islam ).Sehingga bisa memastikan perasaan cukup ini sudah benar pada jalurnya ,baik secara pshychis maupun secara Agama.

Masalah muncul bila kita tidak secara sadar menentukan berapa ukuran cukup bagi diri kita menurut yang diajarkan Agama . Dalam banyak kasus yang saya temui seringkali orang secara tidak sadar menggunakan tolok ukur orang lain untuk menentukan cukup bagi dirinya. Ukuran yang tidak pas inilah yang menjadi penyebab banyak orang yang menderita karena selalu merasa kurang atau miskin.

Perasaan cukup dilandasi oleh kecerdasan dan keberanian menerima situasi, kondisi, dan kenyataan hidup saat ini. Saat kita merasa cukup dengan apa yang diberikan Alloh saat ini maka sebenarnya kita telah kaya, untuk saat ini. Dengan modal mindset sebagai orang kaya di saat ini kita mengejar impian di masa depan untuk bisa mencapai ukuran cukup berikutnya yang tentu berbeda dengan cukup di saat sekarang.
Sekarang saya akan membahas mengenai sehat dan bahagia. Apakah faktor utama yang menentukan kebahagiaan seseorang?

Ada yang berkata bahwa uang adalah faktor utama penentu kebahagiaan. Ada lagi yang menyatakan pendidikan, pekerjaan, jabatan, dan IQ adalah penentu kebahagiaan.
Apakah benar seperti ini? Saya yakin Anda pasti pernah bertemu dengan orang yang berpendidikan tinggi yang bahagia dan juga tidak bahagia. Yang pendidikan rendah yang bahagia dan tidak bahagia juga ada. Yang jabatan tinggi dan rendah yang bahagia dan tidak bahagia juga ada. IQ tinggi atau rendah yang bahagia dan tidak bahagia juga ada.

Jadi, apa faktor utama yang mempengaruhi dan menentukan kebahagian seseorang?
Dari salah satu survei yang saya pernah baca dinyatakan ada lima faktor yang mempengaruhi kebahagiaan. Faktor pertama uang (money) hanya berpengaruh sebesar 5%. Faktor kedua kegiatan kreatif (creative activities) seperti membaca, menulis, menari, menonton film, jalan-jalan ke museum, dan bercerita hanya punya pengaruh sebesar 5%. Faktor berikutnya, prestasi (achievement), seperti berhasil mencapai target penjualan, lulus kuliah, mendapat promosi jabatan, menjadi pemenang dalam kontes tertentu, atau sejenisnya, hanya memberikan kontribusi sebesar 8% terhadap kebahagiaan. Faktor keempat, cinta (love), punya pengaruh 25% dan faktor kelima yang sangat besar pengaruhnya terhadap kebahagiaan adalah sikap mental (mental attitude) yaitu sebesar 57%.

Dua faktor terakhir, cinta dan sikap mental, bila digabung memberi kontribusi sangat besar yaitu 82%. Dari sini jelas sekali tampak bahwa kebahagiaan lebih ditentukan oleh faktor internal daripada eksternal.
Itulah sebabnya Dalam Islam diajarkan bagaimana mencintai karena Alloh dan sikap mental yang benar yang berdasarkan aqidah ( belief ) dan syari’at ( aturan ) yang pasti mutlak kebenarannya.

Uang akan menjadi sumber dan penentu kebahagiaan bila seseorang berangkat dari kondisi yang sangat-sangat miskin. Saat uang dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, pakaian, dan tempat berteduh (rumah) maka orang ini akan merasakan kebahagiaan. Namun jumlah uang tidak lagi berpengaruh signifikan dan tidak lagi menjadi faktor utama kebahagiaan saat seseorang naik ke jenjang pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi. Nah terbukti kan akhirnya tolok ukur uang bias berobah dan bahkan menjadi malapetaka ketika uang ada di tangan orang yang tidak beriman.

Salah satu sebab utama orang tidak bahagia, dan ini masuk dalam kategori sikap mental, adalah karena mereka baik secara sadar maupun tidak sadar menetapkan syarat yang cukup mustahil untuk dipenuhi.
Untuk mengetahui syarat ini, ajukan pertanyaan, “Saya merasa bahagia jika ……..” Ini adalah rule atau aturan “bahagia”. Contoh aturan yang membuat orang sulit bahagia antara lain:
•  Saya bahagia bila sudah lulus kuliah
•  Saya bahagia bila sudah punya pasangan
•  Saya bahagia bila sudah kaya
•  Saya bahagia bila sudah dapat pekerjaan
•  Saya bahagia bila punya penghasilan per bulan Rp………..
•  dst……

Aturan ini akan menjadi belenggu mental yang sangat kuat bila syarat pemenuhannya sulit dicapai. Semakin sulit mencapai syaratnya, semakin sulit seseorang bahagia.Dengan kata lain kalau syarat – syarat itu tidak tercapai maka akan menderita.
Sebab lainnya yang membuat orang sulit bahagia adalah karena pikirannya tidak tenang memikirkan hal-hal di masa depan yang masih belum pasti ( suka berhaya) yang negatif. Dalam hal ini pikiran "berlari" meninggalkan tubuh fisik di masa sekarang.
Yang perlu dilakukan adalah secara sadar untuk mensinkronkan "keberadaan" tubuh fisik dan pikiran sehingga berada di tempat dan waktu yang sama dan selalu berada di Zona Alloh ( ZA ).Jadi bahagia itu hanya bisa dicapai bila seseorang itu pikiran dan perasaannya selalu ada di Zona Alloh .

Bagaimana dengan sehat?
Sehat meliputi dua aspek yaitu sehat mental/emosi dan fisik. Kedua aspek ini, mental/emosi dan fisik saling terhubung dan saling mempengaruhi. Sehat fisik mudah dilihat atau dirasakan karena parameternya juga jelas. Namun untuk bisa hidup sehat hingga lanjut usia, ini membutuhkan perencanaan mulai sekarang, meliputi pilihan gaya hidup, pola makan, level dan intensitas aktivitas fisik, dan istirahat.

Demikian pula kesehatan mental/emosi. Pikiran tenang, hati damai dan bahagia tidak terjadi dengan sendirinya. Butuh upaya sadar untuk bisa mengalami dan merasakan kondisi mental/emosi yang sehat ini. Dan ini semua kembali pada seberapa cerdas dan efektif seseorang menggunakan dan memberdayakan pikirannya.Dalam Islam diajarkan bagaimana agar pikiran dan hati selalu sehat ,yaitu dengan selalu berdzikir.
Jadi, bagaimana bisa hidup sukses ,kaya, sehat, dan bahagia?

Apapun yang kita alami dalam hidup adalah akibat dari suatu sebab yang spesifik. Tidak mungkin bisa ada akibat tanpa sebab. Tidak akan ada asap bila tidak ada api. Dan tidak akan ada tuaian tanpa menabur terlebih dahulu.

Untuk bisa menjalani dan mengalami hidup kaya, sehat, dan bahagia seseorang perlu melakukan perencanaan hidup yang seimbang dengan cara:

Menetapkan goal hidup secara sadar dan bijaksana di aspek kehidupan utama : spiritual, finansial, bisnis-karir, kesehatan, pengembangan diri, keluarga, sosial, dan materi.Dalam Islam diajarkan bahwa goal hidup yang pertama dan utama adalah Ridlo Alloh.Dan ini adalah yang mengaktifkan aspek spiritual di otak kanan kita.Kalau sudah Goal pertama dan utama sudah di setting di otak dan hati kita,maka goal – goal lainnya denganh sendirinya  pasti dengan izin Alloh tercapai.Tentunta jangan sampai meninggalkan sunnatulloh / hukunm kausal ,misalnya :

•  Menetapkan strategi yang jelas dan terukur untuk mencapai goal
•  Tekad kuat dan yakin bisa mencapai goal
•   Syukuri apapun yang berhasil dicapai, sekecil apapun pencapaiannya
•   Lakukan evaluasi
•   Tambah kebajikan setiap hari

Kalau semua sudah di setting ,tinggal sabar menunggu yang pasti tercapai.Ingat Alloh dalam persangkaan hambaNya ( Hadist qudtsi ).

 
Toggle Footer